Sejarah Jalan Imam Bardjo Pleburan : Kenang Jasa Presiden Pertama Universitas Semarang

SUARA peluit berkali-kali terdengar di Jalan Imam Bardjo atau tepatnya di depan Kantor Pos yang bersebelahan dengan Gedung Dekranasda dan Pramuka. Peluit itu ditup oleh lelaki berompi oranye yang tengah sibuk mengatur kendaraan yang keluar dan masuk ke kantor yang melayani postal services (jasa ritel pos) berupa pengiriman surat, paket, jasa keuangan, postal items (meterai, prangko, produk filateli) itu.
Di depan Gedung Paskasarjana Undip atau Bank BNI 1946 Cabang Undip Pleburan, juga terlihat kesibukan lelaki yang juga mengenakan rompi oranye. Mengatur kendaraan di tepi Jalan Imam Bardjo karena halaman gedung itu telah penuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Di seberang gedung itu, nampak bangunan berbentuk joglo. Pusat Kegiatan Mahasiswa atau PKM Joglo Pleburan, demikian mahasiswa Undip menyebutnya.
''Dulu, PKM Joglo Pleburan ini selalu ramai, karena memang menjadi pusatnya kegiatan mahasiswa dari UKM. Setelah pindah ke Tembalang, jarang untuk kegiatan. Lebih banyak dipakai teman-teman Resimen Mahasiswa dan Pramuka,'' kata Yuswinardi, alumni Fakultas Ilmu Budaya Undip.

Di samping PKM Joglo, berdiri megah bangunan 10 lantai, Bank Indonesia. Di depan gedung itu, nampak beberapa pasangan muda berteduh di atas motor dan duduk di atas tembok memanfaatkan rimbunnya pepohonan.
Sementara itu, beberapa orang asyik menikmati nasi bungkus, teh dan kopi di sebuah warung yang ada di sudut di belakang Gedung Telkom. Ada beberapa yang memilih menikmati makanan dan minuman di taman yang membelah Jalan Imam Bardjo, tepat di belakang patung Pangeran Diponegoro menunggang kuda.
Itulah pemandangan di sepanjang Jalan Imam Bardjo, Rabu (26/8) sore. Panjang Jalan Imam Bardjo tidak sampai 300 meter ketika saya mencoba mengukurnya dengan spedometer sepedamotor.
Penggantian nama Jalan Imam Bardjo dilakukan pada 15 Oktober 1971 untuk mengenang jasa Presiden Pertama Universitas Semarang, Mr Imam Bardjo. Seperti berita Suara Merdeka edisi 16 Oktober 1971 yang berjudul : Djalan UNDIP Ganti Nama Djalan Imam Bardjo SH: Untuk mengenang Djasa Presiden Pertama Universitas Semarang... “Upacara penggantian nama dihadiri oleh Rektor Undip waktu itu, Dr Surojo, Ny Imam Bardjo (Istri almarhum Imam Bardjo), Ketua Ikatan Alumni Undip Soenoto SH serta karyawan dan mahasiswa. Penggantian nama secara sah dilakukan oleh Ny Imam Bardjo dengan memencet tombol sirine. 
Pemerhati sejarah Kota Semarang, Jongkie Tio mengatakan, sebelum menempati daerah semak belukar di Pleburan, Universitas Semarang (sekarang Undip) menempati lahan di Jalan Pemuda yang berdiri diatasnya sebuah bangunan bernama Spiegel.
''Kawasan Simpanglima maupun Undip Pleburan sebelumnya merupakan daerah rawa yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. Termasuk Jalan Imam Bardjo,'' katanya. 
Dikutip dari laman Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, selain presiden pertama (rektor) Universitas Semarang, Mr Imam Bardjo merupakan Kepala Kejaksaan Tinggi pertama yang memimpin Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Karena jasa beliau, selain diabadikan menjadi nama jalan, Imam Bardjo juga menjadi nama aula di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Jalan Pahlawan. (KS)

Comments

  1. Hi.. sumber gambar dari kami bisa diakses di sini ya kak https://seputarfib.undip.ac.id/asal-mula-jalan-imam-soebardjo-pleburan/

    ReplyDelete

Post a Comment