Penjual Replika Pesawat di Kalibanteng




KECELAKAAN pesawat AirAsia QZ8501 yang mengangkut 155 penumpang akhir Desember 2014 di perairan Belitung Timur dan TransAsia Airways yang jatuh ke sebuah sungai di Taipei Taiwan Rabu (4/2/2015) membuat beberapa masyarakat takut naik pesawat terbang.
Tetapi, bagi masyarakat yang butuh bepergian ke daerah dengan waktu yang cepat dan tidak terjangkau melalui jalur darat, tentu pesawat terbang tetap menjadi pilihan alat transportasi meski kasus kecelakaan kerap terjadi.
Apalagi, melihat kontur wilayah Indonesia yang cukup bergunung-gunung menjadikan alat transportasi darat tidak cukup efektif untuk digunakan kecuali di daerah kota-kota besar yang penyediaan fasilitas jalan rayanya sudah cukup baik.
Sambil mengajak masyarakat tidak lagi takut maupun memilih pesawat terbang sebagai alat transportasi yang cepat dan nyaman, Rokidin (35) dan Salimin (37), warga Kabupaten Tegal, dalam beberapa hari ini bersama belasan pedagang lainnya berjualan replika pesawat terbang di Kawasan Kalibanteng, yang tidak jauh dari Bandar Udara Internasional Ahmad Yani.
''Kecelakaan yang terjadi itu kan satu dari berapa ribu kali penerbangan. Sehingga, kita tidak perlu takut naik pesawat. Setiap berjualan replika pesawat, kepada pengguna jalan, kami juga mengajak, agar mereka jangan takut naik pesawat,'' ujar Rokidin, kemarin.
Ada beberapa pesawat yang dijajakan Rokidin. Air Asia, Citilink, Lion Air dan Garuda Indonesia mulai dari ukuran panjang 20 sentimeter hingga 30 sentimeter. Untuk ukuran kecil, dipatok harga Rp 30 ribu. Sementara untuk ukuran besar mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 250 ribu. Tetapi, harga itu bisa berubah tergantung negosiasi saat terjadi penawaran kepada pembeli.
Para pedagang, menurutnya, mulai berjualan pukul 09.00 sampai pukul 17.00 dengan keuntungan yang bervariasi. Antara puluhan hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jumlah replika pesawat terbang yang laku.
Bagi Salimin, berjualan replika pesawat terbang di kawasan yang tidak jauh dari bandara udara tentu menguntungkan. Apalagi usai ada pesawat terbang yang landing (turun) ke bandara. Tidak hanya penumpang, tetapi juga para penjemput yang membeli dagangannya. Salimin yakin, dengan memiliki replika pesawat terbang, warga tentu akan makin cinta dan memilih pesawat terbang sebagai pilihan alat transportasi.
''Kalau yang membeli anak-anak, tentu mereka kapan waktu akan meminta orangtuanya naik pesawat saat bepergian ke Jakarta, atau kota-kota besar lainnya. Intinya, jangan takut naik pesawat,'' ujarnya. (MS)

Comments